Thursday, July 3, 2008

Contoh Soal-soal USKP Brevet A

KUP/PPSP/BPSP

CONTOH SOAL-SOAL BREVET A

 

PPh Orang Pribadi

SPT PPh Orang Pribadi (1770)

Kode Etik Profesi

KUP/PPSP/BPSP

Akuntansi Perpajakan

PPh Pasal 22/23/26

BM, PBB, BPHTB

PPN & SPT PPN

PPh Pasal 21 & SPT 1721

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PPh Orang Pribadi

120 Menit

A

 

Soal Nomor 1 

 

Tuan Hendra usaha dagang elektronik, TV, Tape, Radio, dsb. Merk usaha/toko #Gemebyar# mempunyai seorang isteri dan tanggung keluarga sebagai berikut :

 

No.

Nama

Tgl. Lahir

Hubungan

Keluarga

Keterangan

1.

Leni

11-14-1953

Isteri

Kasir toko #Gemebyar#

2.

Anton

23-06-1978

Anak Kandung

Mahasiswa

3.

Andri

14-09-1980

Anak Kandung

Mahasiswa

4.

Ana

02-11-1999

Anak Kandung

-------

5.

Lina

08-01-1979

Isteri Anton

Karyawati PT. Boneka

6.

Linda

07-11-1934

Mertua

Pensiunan PNS

7.

Imah

26-05-1983

-------

Pramuwisma

 

Penghasilan neto Tuan Hendra dari usaha dagang tahun 1999 sebesar Rp. 250.980.125,00. Dari pembukuan Tuan Hendra, ternyata dalam pos biaya, sebagai pengurang penghasilan bruto, terdapat pengeluaran untuk membayar :

Pajak Bumi dan Bangunan         Rp.         450.000,00

Kasir/Ny. Leni                           Rp.    25.000.000,00

Upah kuli angkut barang            Rp.      2.500.000,00

 

Pertanyaan :

Berapa jumlah PTKP yang diperkenankan dalam menghitung Penghasilan Kena Pajak Tuan Hendra tahun 1999?

 

Soal Nomor 2

 

Tuan Harjanto seorang pengusaha dibidang perdagangan eceran pakaian jadi merk usaha/toko #Abadi# dengan dua buah cabangnya, yaitu di Cirebon dan Bogor.

Untuk penghitungan penghasilan netonya Tuan Harjanto diperkenankan mempergunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto dan wajib menyelenggarakan pencatatan. Besarnya Norma Penghitung untuk jenis usaha tersebut adalah sebagai berikut :

 

No. Urut

Kode

Jenis Usaha

% Penghasilan Neto

10 Ibu Kota Propinsi

Ibu Kota Prop. Lainnya

Daerah Lainnya

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

111

6233

Perdagangan eceran pakaian jadi

10

9

8

 

Pada tahun 1999, penerimaan penjualan seluruhnya berjumlah Rp. 480.000.000,00 terdiri atas :

Jakarta                    = Rp.   230.000.000,00

Cirebon                  = Rp.   150.000.000,00

Bogor                     = Rp.   100.000.000,00

 

Jumlah biaya/ pengeluaran, untuk :

Jakarta                    = Rp.   150.000.000,00

Cirebon                  = Rp.   125.000.000,00

Bogor                     = Rp.   130.000.000,00

 

Tuan Harjanto, status kawin, mempunyai seorang isteri dan menanggung sepenuhnya seorang adik ipar. Tahun pajak 1998 menderita kerugian sebesar Rp. 15.000.000,00

 

Pertanyaan :

Hitung PPh terutang dari Tuan Harjanto untuk tahun 1999.

 

Nomor Nomor 3

 

Tuan Fauzani, soerang Wajib Pajak Orang Pribadi yang bergerak di bidang industri mebel, memiliki aktiva tetap/harta berwujud, antara lain sebagai berikut :

·        Sebuah unit bangunan kantor/pabrik permanen diperoleh bulan Januari 1996, dengan harga perolehannya sebesar Rp. 1.000.000.000,00 termasuk harga tanah Rp. 200.000.000,00

·        Tiga unit mesin pabrik, diperoleh bulan April 1996, maka manfaat ekonomis masing-masing unit 14 tahun, dengan total harga perolehannya Rp. 500.000.000,00

·        Empat unit kendaraan truk, diperolehannya bulan Mei 1996 masa manfaat ekonomis masing-masing unit 8 tahun, dengan total harga perolehannya Rp. 400.000.000,00

 

Berdasarkan Kep.Menkeu Nomor Kep. 82/KMK.04/1995 perihal pengelompokkan jenis-jenis harga berwujud untuk kepentingan penyusutan :

·        Mesin pabrik termasuk jenis harta berwujud kelompok 3

·        Kendaraan truk termasuk jenis harta berwujud kelompok 2

 

Satu unit kendaraan truk yang harga perolehannya Rp. 120.000.000,00 pada tanggal 28 April 1999 mengalami kecelakaan dan terbakar, dan mendapatkan penggantian asuransi sebesar Rp. 40.000.000,00 yang diterima dalam tahun 1999.

Untuk kepentingan penyusutan fiskal harta berwujud bukan bangunan Wajib Pajak menggunakan metode saldo menurun.

 

Pertanyaan

 

Hitung besarnya penyusutan fiskal untuk tahun pajak 1999, apabila Wajib Pajak untuk harga berwujud bukan bangunan menggunakan metode saldo menurun serta hitung besarnya keuntungan/kerugian fiskal berkenaan dengan terbakarnya satu buah truk tersebut di atas.

 

Soal Nomor 4

 

Tuan Baskoro, seorang pengusaha, pemilik pabrik keramik #Dulalif# mempunyai dua orang isteri. Keduanya adalah pengusaha. Isteri pertama dagang batik, isteri kedua dagang barang antik. Tuan Baskoro menanggung :

·        Seorang anak kandung, dari isteri pertama, masih kuliah

·        Seorang anak tiri dari isteri kedua, siswa SMU

·        Soerang anak asuh, siswa SMTP

Penghasilan neto Tuan Baskoro dan isteri-isterinya dalam tahun 1999 adalah sebagai berikut : Tuan Baskoro

·        dari usaha pabrik keramik, penghasilan neto         Rp.      450.000.000,00

·        lain-lain   :   Deviden dari PT. Bombom                 Rp.       20.000.000,00

Kentungan penjualan truk usaha          Rp.       12.500.000,00

Isteri pertama, dagang batik, penghasilan neto            Rp.       75.000.000,00

Isteri kedua, dagang barang antik, penghasilan neto    Rp.      175.000.000,00

Penghasilan berupa deviden tersebut belum termasuk pajak penghasilan.

Pemotong Pajak telah melaksanakan kewajiban perpajakannya sesuai ketentuan yang berlaku.

SPT Tahunan PPh Baskoro disampaikan ke KPP tanggal 20 Januari 2000.

 

Pertanyaan :

 

a.       Berapa besarnya PPh terutang Tuan Baskoro untuk tahun pajak 1999.

b.      Berapa besarnya PPh 25 Tuan Baskoro untuk tahun pajak 2000. 

 

 

 

 

SPT PPh Orang Pribadi (1770)

150 Menit

A

 

Berdasarkan data di bawah ini Saudara diminta bantuannya untuk mengisi SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2000 (Formulir 1770) 

 

I.        PENGHASILAN DARI USAHA (atas nama Pama El Sipio)

 

PARNAL EL SIPIO

LAPORAN PERHITUNGAN LABA-RUGI

TAHUN 2000

(dalam Jutaan Rupiah)

 

Penjualan Neto

Rp.        14.500,-

Harga pokok penjualan

Rp.        11.800,-

Laba Bruto

Rp.          2.700,-

 

Biaya Operasi dan Umum

1.         Gaji dan tunjangan, honorarium

Rp.          187,00

 

2.         Biaya pajak (PPh pasal 21)

Rp.             6,00

 

3.         Biaya keamanan lingkungan

Rp.             1,00

 

4.         Biaya rekreasi Karyawan

Rp.             1,00

 

5.         Biaya perjalanan dinas

Rp.           25,00

 

6.         Biaya pengangkutan

Rp.           10,00

 

7.         Biaya pemasaran

Rp.           15,00

 

8.         Bunga pinjaman kepada Bank Bumi Daya

Rp.           36,00

 

9.         Biaya training karyawan

Rp.           10,00

 

10.      Sewa Gedung Kantor

Rp.           15,00

 

11.      Biaya reparasi dan pemeliharaan

Rp.           50,00

 

12.      Bantuan untuk Gerakan Peduli Anak

Rp.           20,00

 

13.      Penghapusan piutang

Rp.           10,00

 

14.      Biaya jamuan tamu

Rp.           20,00

 

15.      Biaya listirk, air, gas, telepon, fax

Rp.           20,00

 

16.      Bantuan untuk gerakan peduli sembako

Rp.           18,00

 

17.      Sumbangan

Rp.           18,00

 

18.      Biaya alat kantor

Rp.           14,00

 

19.      Biaya pakaian seragam

Rp.           15,00

 

20.      PKB, PBB, Bea Materai

Rp.             5,00

 

21.      Tunjangan makan dan pengobatan karyawan

Rp.           44,00

 

22.      Penyusutan aktiva tetap

Rp.           90,00

 

23.      Premi asuransi kebakaran

Rp.           33,00

 

24.      Biaya jasa teknik

Rp.           35,00

 

Total biaya

 

Rp.            700,-

LABA USAHA

 

Rp.          2.000,

 

Pendapatan lain-lain:

1.         Deviden, dari X Corp Ltd-Singapore

Rp.         50,00

 

2.         Pembagian keuntungan dari Fa. Alainiho

Rp.           9,80

 

3.         Sewa gudang dari PT. Tamora

Rp.         80,00

 

4.         Keuntungan dari penjualan mobil

Rp.         75,00

 

5.         Penghasilan dari penjualan Tanah

Rp.         30,00

 

6.         Sewa mesin dari PT. Marcapada

Rp.           6,00

 

7.         Jasa Giro dari Bank Bumi Daya

Rp.           0,20

 

 

 

Rp.       276,00

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN

 

Rp.     1.724,00

 

II.      PENGHASILAN DARI PEKERJAAN BEBAS Atas nama C (ribuan rupiah)

 

Atas nama isteri :

 

Gaji sebagai PNS RSCM (Januari # Desember)

 

Rp.   18.000,00

Pajak ditanggung pemerintah (Januari # Desember)

 

Rp.     1.562,00

Gaji sebagai pegawai pada RS. Asa Ibu (Juli # Desember)

 

Rp.     9.000,00

Pajak ditanggung rumah sakit

 

Rp.       694,00

Honorarium sebagai Dokter Tamu pada RS Medika

 

Rp.   90.000,00

Potongan PPh Pasal 21

 

Rp.     5.400,00

 

III.    PENGHASILAN DARI PEKERJAAN BEBAS; (Dalam Ribuan Rupiah)

 

Penghasilan Bruto (dari Hasil Praktek)

 

Rp. 150.000,00

Persentase Norma Penghitungan Penghasilan Netto

 

Rp.           45%

 

IV.    DAFTAR SUSUNAN KELUARGA YANG MENJADI TANGGUNGAN; 

 

No.

NAMA

TGL. LAHIR

HUBUNGAN KELUARGA

PEKERJAAN

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

A

B

C

D

E

F

G

H

11-08-#56

04-06-#76

24-12-#81

01-02-#00

14-07-#30

29-10-#67

17-01-#77

27-10-#30

Isteri

Anak

Anak angkat

Anak

Orang tua

Adik ipar

Isteri B

Mertua

Pegawai

Mahasiswa

Mahasiswa

X

Pensiun PNS

Mahasiswa

Mahasiswi

X

 

 

 

 

V.      PAJAK-PAJAK   

1.       Setelah PPh Pasal 21 dan 23 yang telah dipotong oleh Wajib Porong, Wajib Pajak juga memiliki Bukti Pembayaran Fiskal Luar Negeri sebesar Rp. 1.000.000,- dan pajak yang dibayar luar negeri dari penghasilan deviden sejumlah Rp. 5.000.000,-

2.       Pasal PPh yang telah disetor selama tahun 2000 adalah sejumlah Rp. 9.000.000,- (untuk masa Januari s/d September 1999).

3.       Untuk PPh Pasal 25 masa Oktober s/d Desember 2000 telah diterima STP, dengan nilai Rp. 312.000,- (termasuk bunga dan denda Rp. 12.000,-) namun belum dilunasi sampai tanggal 25 Maret 2001.

4.       Pendapatan dan penghasilan lain-lain yang disajikan di atas adalah sejumlah sebelum dipotong PPh (bruto), sementara pihak yang ditunjuk sebagai pemotong telah melaksanakan kewajibannya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan.

 

VI.    DATA WAJIB PAJAK   

Nama Wajib Pajak

Parna El Sipo

NPWP

5.108.031.5-035

Alamat Tempat Tinggal

Jln. Peny. Tomang 4692, Jakarta Barat

Telepon

585.271049

Alamat Tempat Usaha

Jln. Kopertu # XI/B.78

 

Bandar Gebang # Bekasi

Telepon

83848181

Pekerjaan

Wiraswasta

 

 

 

 

Kode Etik Profesi

90 Menit

A/B

 

Jawablah semua pertanyaan yang diajukan di bawah ini dengan benar !

 

1.       Apa yang dimaksud dengan Kode Etik IKPI? Jelaskan jawaban Saudara!

 

2.       Apa pula yang diatur dalam Kode Etik IKPI itu? Apa yang perlu dibentuk dalam rangka pelaksanaan Kode Etik IKPI?

 

3.       Apa saja syarat-syarat dalam Kode Etik IKPI mengenai Kepribadian Konsultan Pajak Indonesia tentang kewajibannya?

 

4.       Apa pula hal yang tercantum tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh seorang Konsultan Pajak Indonesia?

 

5.       Bagaimana hubungan Konsultan Pajak Indonesia dengan rekan seprofesinya ? Apa saja yang tidak diperkenankan dan apa kewajibannya ?

 

6.       Apa y ang harus dilakukan oleh seorang Konsultan Pajak Indonesia bila terjadi sengketa antar sesama anggota IKPI dalam masalah profesi ?

 

7.       Apa-apa sajakah yang merupakan kewajiban dan larangan bagi seorang Konsultan Pajak Indonesia dalam menjalankan hubungannya dengan klien ?

Sebutkan dengan terperinci !

 

8.       Sanksi-sanksi apa sajakah yang dijatuhkan kepada seorang Konsultan Pajak Indonesia bila secara nyata telah terbukti melanggara kode etik profesi IKPI?

Sebutkan dan jelaskan jawaban Saudara!

 

 

 

 

 

 

KUP/PPSP/BPSP

120 Menit

A

 

I.        MASALAH NPWP/PENGUKUHAN PKP

 

1.       NPWP itu dihapuskan antara lain karena ada WP orang pribadi meninggal duni dan tidak meninggalkan warisan.

Apa syaratnya untuk menghapuskan NPWP tersebut ?

 

2.       Dalam hal apa Pengukuhan sebagai PKP itu dicabut ?

 

II.      SURAT TAGIHAN PAJAK (STP)

 

1.       Sanksi administrasi yang dapat ditagih dengan STP itu berupa apa dan diatur dimana ?

 

2.       Bunga apa saja yang dapat ditagih dengan STP dan diatur dimana ?

 

3.       Hitunglah berapa besarnya bunga dari soal di bawah ini.

 

a.       SPT PPh Tahunan tahun 1999 (Tahun Pajak = Tahun Takwim) dari WP Ahmad disampaikan tanggal 20 Maret 2000, Dalam SPT dilaporkan besarnya pajak yang terutang Rp. 160 juta, kredit pajaknya Rp. 60 juta. PPh 29 dibayar pada tanggal 25 Maret 2000. Kemudian SPT tersebut dibetulkan, besarnya pajak yang terhutang Rp. 200 juta, kredit pajaknya Rp. 70 juta. Kekurangan bayar pajak dibayar pada tanggal 20 Oktober.

 

b.      SKPKB diterbitkan tanggal 10 Agustus 2000 untuk menagih pajak yang besarnya Rp. 150 juta ditambah dengan kenaikan 50% Pajak dan sanksi kenaikan dibayar tanggal 5 November 2000.

 

III.    MASALAH SKPKB

 

1.       Dalam hal apa SKPKB itu diterbitkan.

 

a.       Berdasarkan Pasal 13 (1) huruf a KUP

b.      Berdasarkan Pasal 13 (1) huruf b KUP

c.       Berdasarkan Pasal 13 (1) huruf c KUP

d.      Berdasarkan Pasal 13 (1) huruf d KUP

 

2.       Pajak yang ditagih dengan

 

a.       SKPKB Pasal 13 (1) a ditambah dengan sanksi berupa apa, berapa besarnya?

b.      SKPKB Pasal 13 (1) c ditambah sanksi berupa apa, berapa besarnya?

 

IV.    MASALAH KEBERATAN/BANDING

 

1.       Kapan dan kemana keberatan WP terhadap suatu surat ketetapan pajak itu diajukan ?

 

2.       Apa yang dimaksud dengan surat ketetapan pajak itu ?

 

3.       Apa yang dapat dilakukan oleh WP, kalau keberatannya itu ditolak ?

 

4.       Ke mana permohonan banding itu diajukan ?

 

 

 

Akuntansi Perpajakan 

240 Menit

A

 

Setelah PHK dari perusahan swasta, Tuan Abi membuka usaha laundry pada tahun 1997. Tuan Abi, isteri, dan satu anaknya menjalankan usaha dengan nama #ABI Laundry# dan telah mempunyai NPWP sejak dimulai usahanya. Tuan Abi tidak mempunyai sumber penghasilan lain kecuali yang berasal dari #ABI Laundry#.

 

Pada akhir tahun 1999, Neraca Saldo Percobaan (Trial Balance) # ABI Laundry# adalah sebagai berikut :

 

Kas

Rp.                58.600.000

Piutang Usaha

                    135.200.000

Perlengkapan Laundry

                     55.360.000

Sewa Dimuka

                    124.000.000

Iklan Dimuka

                     34.000.000

Peralatan

                    558.000.000

Akumulasi Penyusutan Peralatan

                    235.160.000

Utang Usaha

                     34.480.000

Utang Gaji

 

Utang Pajak Penghasilan Usaha

 

Modal

                    401.960.000

Penghasilan Laundry

                    956.000.000

Beban Gaji

                    480.000.000

Beban Perlengkapan Laundry

 

Beban Penyusutan

 

Beban Pajak Penghasilan Usaha

                     22.000.000

Beban Iklan

 

Beban Utiliti

                     21.760.000

Beban Lain-lain

                    138.680.000

 

Informasi untuk penyesuaian per tanggal 31 Desember 1999 :

1.       Masih terdapat gaji bulan Desember yang belum dibayar Rp. 6.000.000

2.       Terdapat pajak penghasilan usaha bulan Desember yang belum dibayar Rp. 2.000.000

3.       Beban iklan tahun 1999 sebesar Rp. 24.000.000

4.       Perlengkapan laundry tersisa Rp. 15.360.000

5.       Beban penyusutan Rp. 96.000.000

6.       Sewa dimuka Rp. 124.000.000 untuk masa 4 tahun.

 

Diminta :

 

a.       Buatlah ayat jurnal penyesuaian per 31 Desember 1999

b.      Susunlah neraca lajur.

c.       Susunlah laporan keuangan tahun buku 1999

d.      Untuk menghitung laba fiskal tahun buku 1999, berikut tambahan informasi :

-         semua peralatan disusutkan sesuai dengan ketentuan pajak, kecuali suatu peralatan yang dibeli tengah tahun (1 Juli 1999) Rp. 20.000.000,- masa manfaat 4 tahun. Disusutkan garis lurus.

-         Dalam beban

1 comments:

momon said...

wah blog ini emang okeh poenya..thanks buat soal2nya

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template